Agustus 7, 2009 oleh Admin
Pagi itu…aku terbangunkan oleh suara rintik-rintik hujan ketika sang fajar hendak berangkat menuju senja. Walau badan ini masih terlalu kaku untuk digerakkan, karena semalam sepertinya posisi tidurku agak kurang nyaman. Segera bergegas ke halaman depan rumahku menikmati sejenak indahnya suasana di pagi itu.
Udaranya sangat segar…sejuk…suaranya membuat euforia mistis..ditambah bisikan angin yang berhembus, seolah-olah tidak mau kalah dengan alunan musik yang tercipta karena rintikan air hujan yang jatuh. Sejenak kuterlena, dan tanpa disadari membawaku kembali pada keadaan dua tahun silam. Saat dimana hidupku penuh dengan warna, saat dimana kemudahan dan kesenangan sesaat bukan menjadi barang langka dalam setiap hela nafasku. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Buku | Bertanda Cerpen, Kisah hidup, Pengorbanan, perjuangan hidup | Leave a Comment »
Alhamdulillah… kumpulan cerita mini karya para penulis Indosiar, yang tergabung dalam wacana online www.indosiar.com sudah terbit untuk umum. Kumpulan cerita mini ini, bertema “Tegar “ Kekuatan Dalam Keterpurukan merupakan kali kedua dari penerbitan buku sebelumnya “Perempuan Cerita dan Cinta”.
Tegar merupakan sebuah kata sederhana dan ringan diucapkan. Tapi, sangat berat dilaksanakan, karena butuh perjuangan panjang dan melelahkan. Disisi lain, harus memiliki kesabaran ganda dan keteguhan iman dalam mengarungi berbagai rintangan dan hambatan dalam menjalani hidup. Namun, dengan adanya ketegaran, perjalanan panjang dan melelahkan ini dijadikan sebagai bagian dari anugerah hidup dalam mendekatkan diri kita kepada sang khalik.
Kumpulan kisah nyata ini, bisa menjadi cermin bagi kita. Untuk berkaca, agar kita lebih dewasa, berpikir positif, bijak dan mensyukuri kehidupan. Kisah perjuangan mereka membuat kita sadar bahwa hidup adalah perjuangan. Berani hidup berani berjuang. Seperti, Gadis muda yang harus merelakan kehilangan ovariumnya. Istri yang kehilangan suami tercinta tak lama setelah menikah. Gadis penderita agoraphobia . Mahasiswa S2 yang tak jua lulus. Lulusan SMA yang mampu membuktikan diri tak kalah dengan sarjana. Perjuangan seorang dubber dalam dunia sulih suara di Indonesia. Gadis yang merana akibat indra keenam dan sebagainya.
Kumpulan cerita mini ini , semoga memberikan motivasi, inovasi dan kreatifitas bagi para pembaca & penulis lainnya, untuk tetap berkarya dan berkarya….
Ditulis dalam Buku | 3 Komentar »
”Ngawur, emang aku cowok apaan…”sembur dia sambil melepaskan pelukannya dari aku. ”Emang sih aku mau numpang rebahan, istirahat dan menyembuyikan dari terik matahari yang membakar tubuh putihku.” kelakar dia, yang aku tahu dia tidak pernah memiliki tubuh putih yang ada yang kayak pantat panci yang dipake masak diatas tungku.
Sangat-sangat hitam n tentunya berseberangan dengan kulitku yang bersih terawat, dan sangat halus bagaikan kain sutera. Walaupun cowok gini aku luluran lho…ups kk aku buka rahasia sihhh. Jadi malu tar dikira cowok ganjen lagi. Tapi itu aku lakukan demi menjaga kesegaran dan kesehatan kulit kok. Dengan kulit sehat terawat khan kualitas hidup kita lebih terjaga dan terjamin, betul nggak frendz? Then, abis bangun dari bobok siang yang menyejukkan dan menyegarkan raga, David temenku berceloteh bahwa dia mau mengajakku ke TOKO BUKU. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Buku | Bertanda Cerpen, Kisah hidup, Pengorbanan, perjuangan hidup | Leave a Comment »
“Wi, sejak menit-menit lalu, mata aku ini kutujukan kedirimu, tapi dikau kok ga ngerasa sieh,” cerocos dia dengan mulut berkomat-kamit seolah dia sedang mengunyah sirih, bibirnya meliuk-liuk dengan gemulai (setsss bibirnya emang panjang).
Aku yang ditanya harus memutar memori otakku yang sudah terlalu penuh sesak, terlebih file-file di dalam sono tersimpan tak beraturan, asal simpan aja.
Mungkin ingatanku tentang sesosok ciptaan Tuhan di depan mataku ini sudah tertumpuk dan berada dalam tumpukan terbawah. Perlu beberapa waktu untuk men-download-nya. Sambil aku memutar memori aku men-scan wajahnya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Buku | Bertanda Cerpen, Kisah hidup, Pengorbanan, perjuangan hidup | Leave a Comment »
Aku bertemu pertama kali dengannya sewaktu kami mengumpulkan berkas-berkas syarat untuk mahasiswa baru. Pengumpulan berkas waktu itu diadakan di dalam gedung dan dibagi per jurusan sehingga antrian tidak panjang, mungkin juga karena mahasiswa yang diterima dijurusan yang aku pilih tidak banyak, bahkan kami antrinya pun tidak sambil berdiri, tetapi sudah disediakan kursi untuk para mahasiswa baru, ditambah ruangannya pun ber AC sehingga kami tidak kepanasan.
Dia duduk didepanku, dan aku duduk dibelakangnya. Aku mengecek seluruh formulir yang ada, dan aku temukan bahwa satu formulir belum aku isi. Langsung saja aku mencari dalam tasku, sebuah pencil 2B, tetapi setelah mengobrak-abrik tasku sehingga semua isi tasku berantakan pun tetap tidak bisa aku dapatkan benda itu. Dengan sangat terpaksa dan sambil menebalkan muka aku menyapa dia dan mengutarakan niatku untuk meminjam pencil 2B padanya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Buku | Bertanda Cerpen, Kisah hidup, Pengorbanan, perjuangan hidup | 3 Komentar »
Di kantin itu dia menanyaiku mengenai buku-buku yang kusukai. Sebetulnya aku gak tahu harus ngomong apa, soalnya selama ini aku hanya membaca buku-buku teks pelajaran, bertumpuk-tumpuk buku dari berbagai pengarang yang membahas topik yang sama, sesuatu yang berulang-ulang sampai malah tidak lagi membekas dalam ingatanku..
Tapi sekali-kali aku membaca novel dan buku-buku ringan mengenai psikologi, buku-buku psikologi populer dan ringan tentunya seperti Men are from mars, women are from venus, Chicken Soup for the Soul, dan lain-lain Mendengar kata psikologi hidungnya mengembang seolah-olah mencium sesuatu yang pantas untuk menjadi santapannya. Sesuatu yang akan memuaskan perutnya. ”Gue suka banget buku-buku psikologi terutama karangan Freud, meskipun banyak orang bilang, buku-bukunya saat ini tidak terbukti dan sudah tidak valid lagi dengan kondisi yang ada saat ini. Tapi bagiku buku-bukunya menginspirasi diriku,” celotek dia. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Buku | Bertanda Cerpen, Kisah hidup, Pengorbanan, perjuangan hidup | 4 Komentar »
“Semua akar agamaku telah tercabut, Wak!!!” Saat itu untuk pertama kalinya aku melihat dan mendengar dia tersedu-sedu menahan tangis yang tidak bisa ditahannya. Aku bisa memahami dia, apa yang dirasakannya, apa yang menjadi beban hatinya. Bagaimana orang akan menilainya.
Dalam otakku berkelebat bahwa orang-orang akan menilainya sebagai orang yang tersesat, orang yang telah memalingkan wajahnya dari jalan kebenaran menuju Tuhan. Mereka akan mengutukinya atau orang yang paling baik akan berusaha menyadarkannya, mencoba menariknya kembali ke arah jalan yang benar, setidaknya menurut mereka. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Buku | Bertanda Cerpen, Kisah hidup, Pengorbanan, perjuangan hidup | 4 Komentar »
Aku terkadang terlalu menggunakan kepala, terlalu mempersiapkan hal-hal dan harus yakin sebelum melewati jalan yang mungkin akan berbatu-batu, bercadas-cadas menganga, gigi-giginya menggigit dan menggores kulit kakiku yang. Orang bijak selalu mengucapkan, kita bertindak harus penuh perhitungan dan persiapan.
Demikian juga aku, walaupun bukan sebagai orang yang bijak wisesa, tapi prinsip kehati-hatian itu aku genggam erat dalam sanubariku. ”Elho itu terlalu berpikir, yang penting kamu utarakan apa yang kau rasakan pada gadis itu….btw gadis khan bukan janda. Jangan kau biarkan ketakutan mengambil alih biji-biji asmara yang sedang bertumbuh dalam ladang hatimu.” Aku berucap, ”Kalian mungkin benar, dan tidak salahnya aku mengikuti saran kalian saat ini, walapun masih didera keraguan, tapi aku akan mencoba saran kalian, akan aku katakan pada wanita itu tentang perasaan yang aku rasakan.
Tapi kalian tahu, apa yang harus aku katakan padanya? Dan mulut-mulut mereka pun berkomat-kamit merapalkan setiap mantera-mantera yang bisa aku katakan pada gadis itu yang akan meluluhkan hatinya, jantungnya. Aku pun hanya terpaku diam, mendengarkan setiap celotehan yang mereka katakan, celotehan yang aku tak mengerti, bahasa yang sangat asing bagi aku. Bahasa-bahasa yang belum pernah aku pelajari, bahasa yang bukan naluriku. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Buku | Bertanda Cerpen, Kisah hidup, Pengorbanan, perjuangan hidup | 10 Komentar »
Apakah inferiority complex telah menghampiriku tanpa kata, tanpa suara dalam rentang frekuensi yang dapat tertangkap oleh indera dengarku. Untaian kata-kata bertaring tajam itu telah mencengkeram lekat dalam batok kepalaku, segala jurus dan gaya telah a
Apakah inferiority complex telah menghampiriku tanpa kata, tanpa suara dalam rentang frekuensi yang dapat tertangkap oleh indera dengarku. Untaian kata-kata bertaring tajam itu telah mencengkeram lekat dalam batok kepalaku, segala jurus dan gaya telah aku rapalkan untuk membumihanguskan racunnya. Namun, segala dayaku bak rengkuhan bayi yang mencoba memindahkan truk tronton, tak bergeming semili pun. Sungguh merontohkan segala prinsip dan kekokohan yang selama ini telah bersarang dalam naluriku. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Buku | Bertanda Cerpen, Kisah hidup, Pengorbanan, perjuangan hidup | 5 Komentar »
“Aku mencintaimu , bisikku ke telinganya. Sejak peristiwa beberapa tahun yang lalu, ketika ia mengatakan cintanya kepadaku di sebuah sungai kecil di dekat sekolahku, sejak saat itu aku merasa hidupku dan hari-hariku berubah drastis.
Ia, Zoss, kekasih dan pujaan hatiku yang selama ini kuimpi-impikan, seorang malaikat yang melindungiku, sesosok bintang yang menerangi kegelapanku, sungguh kusangat memujanya. Sudah satu setengah tahun aku dan Zoss melalui hari-hari saat berdua, akhirnya masa SMA pun selesai. Aku berjuang untuk mendapatkan cita-citaku dan begitupun Zoss.
“Na, maafkan Zoss, Zoss berhasil masuk ke salah satu universitas di Bandung. Zoss harus berangkat…,” sahutnya dalam keheninganku.
Saat itu aku merasa kalau aku akan segera kehilangan Zoss. Ingin rasanya aku memaksanya untuk tidak pergi ke sana.
“Zoss, apa tidak ada pilihan lain?” dengan sedih aku mengatakannya.
“Maafkan Zoss, Na. Ini semua demi impian Zoss. Na mau kalau Zoss nantinya enggak sukses. Na, mau kalau Zoss….” Zoss tidak sanggup lagi mengatakan kalimat selanjutnya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Buku | Bertanda Cerpen, Kisah hidup, Pengorbanan hidup, perjuangan hidup | Leave a Comment »