“Wi, sejak menit-menit lalu, mata aku ini kutujukan kedirimu, tapi dikau kok ga ngerasa sieh,” cerocos dia dengan mulut berkomat-kamit seolah dia sedang mengunyah sirih, bibirnya meliuk-liuk dengan gemulai (setsss bibirnya emang panjang).
Aku yang ditanya harus memutar memori otakku yang sudah terlalu penuh sesak, terlebih file-file di dalam sono tersimpan tak beraturan, asal simpan aja.
Mungkin ingatanku tentang sesosok ciptaan Tuhan di depan mataku ini sudah tertumpuk dan berada dalam tumpukan terbawah. Perlu beberapa waktu untuk men-download-nya. Sambil aku memutar memori aku men-scan wajahnya.
Sepertinya dalam rangkaian kehidupanku aku pernah dikasih tau nama wanita ini atau emang aku pernah kenalan sama dia. Eittz….wanita..?Mungkin banyak yang akan protes kenapa aku menggunakan kata wanita, orang Jawa bilang itu kreta basa, wani ditoto. But, menurutku itu akal-akalan orang Jawa aja. Lha kan aslinya dari bahasa sankrit, vanita, yang artinya lady, so artinya khan positif Pren.
Kok malah ngelantur sampe di sini sih. Ok, Beta lanjutin. Mungkin karena semasa perkembangan otak, aku banyak terperangkap dalam tembok rumah yang sebetulnya tak berdinding, aku menjadi sulit untuk mengingat untaian huruf yang membangun menjadi apa yang disebut orang sebagai nama, name, atau nami. Ini menurut penelitian para psikolog lho kalo bayi Cuma dibiarkan natap langit-langit kamar, bayi itu dewasanya akan sulit untuk mengingat nama orang dalam sekali ketemuan, yo kayak diriku ini.
”Sejujurnya aku pernah ngerasa ketemu kamu, tapi sorry sepertinya tidak bisa me-recall identitasmu,” aku berusaha ngejawab. Dari caraku menjawab aku tampak kaku n ketus n sombong ya fren? Tapi sebetulnya aku ini super baik lho. He..he.. he. Kayaknya ini karena aku salah lahir deh. Sebel bangetz aku..(Sok Melo n kayak cewek deh kamu ini). Gini aku terangin yo, Menurut astrologist, cara bicara aku ini dipengaruhi oleh hari lahir. Aku ini khan orang scorpio, orangnya terkadang gak bisa romantis n inginnya yang to d’ point gitu, gak mau berbelit-belit, cepet dikeluarin gak mau kelamaan. Ok, let’s get back to d’point.
Dengan nyengir, wanita yang belum aku bisa ingat namanya itu bertutur, “Ah, kamu emang ngalami short term memory lost, pendeknya kamu berotak pendek. He he.” Dari pernyataan dia, aku dapat info bahwa namanya shinta, nama yang keren ya frendzz, eh jangan-jangan aku akan jadi Rama, duh senengnya.
Dalam perjumpaan itu kami saling ejek, tapi gak tahu ya, biasanya aku paling anti dengan conversation kaya gini, paling males aku dengan social talk, mending khan ngobrolin rumus-rumus ya prendz? Benerkan aku? Tapi tidak dengan wanita di hadapanku ini, kenapa ya aku jadi berubah mendadak? Ada teman yang berbaik hati, mau memberitahukan kepada daku kagak? Upz bentar-bentar, kayaknya ada suara-suara yang mencoba membisiki aku, tapi kok gak tampak. Jangan-jangan setan lagi, dan suara itu berkata,” kamu jatuh cinta Wi!!!!”
Abis kuliah aku langsung melesat meninggalkan kepengapan kampus yang rimbun oleh pepohonan yang berjejal, yang mengembangkan lengan-lengan mereka melindungi bumi dari sengatan mentari yang menyala. Meluncurlah aku ke warung makan deket kost aku, maklumlah, warung makan deket kampus khan akan menguras dhuit aku, aku khan cuma anak kos, tapi jangan kira aku kekurangan ya, orang tuaku ngirimi aku cukup, bahkan lebih dari cukup..
Orang tuaku khan gak mau anak bungsu kesukaannya kekurangan di ranah rantau yang asing ”thanks Mum n Dad, I love u so much.” (bukan niru orang bule lho aku, tapi aku emang sayang mereka, emang sih dalam keseharian aku gak pernah manggil mereka Mum n Dad, cumah bapak ama emak). Tapi khan namanya anak kos n anak muda, perlu yang lain juga, masak sih aku harus nolak maen sama temen gara-gara aku harus melihat isi kantong dulu, khan ga elit man!!!
Setelah memuaskan nafsu, tergopoh-gopoh aku berjalan meniti jalan ke kos. Tampaknya tidak hanya perutku yang mau dipuaskan, mataku juga mau dipuaskan. Ternyata perut kenyang membuat ngantuk, bener gak Bro? Then, aku ke kamar mandi, cuci tangan, kaki, dan muka, seperti yang diajarkan ortu aku. Kebiasaan yang sungguh baik, yang aku tahtakan dalam hatiku. Jangan berpikri aku masih kaya anak TK lho. Dan sejurus kemudian masuklah aku ke kamar, tapi kok panas ya.
Emang betul yang dikatakan ilmuwan, bumi kita sudah terlalu banyak menghirup karbon, jadi nya demam deh, suhu badannya meningkat. Terjadilah fenomena global warming kaya yang mengancam kesejukan bumi. Karena suhunya tak tertahan dan aku takut banyak keringat yang akan mengucur dari pori-pori badanku maka aku melepas baju, melepas celanaku, dan tinggallah aku memakai celana dalam saja, tapi gak papa khan, aurat cowok khan cuma itu doank, khan masih ketutup ama selembar kain yang melekat ketat di tengah tubuhku. Lupakan itu…. Adik bobok dulu ya
Baru sebentar merebahkan tubuh, dan baru tidur-tidur ayam, ada sesuatu yang lengket menempel ditubuhku, tubuh seorang lak-laki, ahhh aku mau diperkosa.
“Ah elho Vid, kamu mau memperkosa aku ya? Mentang-mentang tubuhku seksi, trus kamu horny melihat aku ya…aku masih virgin Vid.” cerocos aku, sambil membalik badan, menunjukkan bagian depan badanku padanya.
”Bukan aku yang mau memperkosa kamu, kamu yang ingin aku menidurimu, menghamilkan kamu,” goda dia sambil memeluk aku lekat-lekat…ih jijik banget. But don’t think negatively ya, itu sekedar canda tawa aja kok, iseng-iseng aja antara dua sahabat karib yang sudah saling mengenal luar dan dalam, tubuh juga. Wekekek.
Emang terkadang sangat menjijikan dan mengerikan kalo ada yang melihatnya, mungkin ada yang akan berpikir aku dan dia sepasang gay. Tapi seratus persen bukan, kami masih cowok-cowok normal kok, boleh diuji kalo ga percaya. Ada yang mau???
”Dah tidur sini dulu, aku tahu kok kamu kesini cuma mau numpang tidur. Dah rebahan di sebelahku. Boleh peluk aku kok kalo mau, walaupun panas ga papa deh.”
Penulis : Dwi Suatman
(Contoh Cerita Mini indosiar.com)


